Sebagai investor, mendengar kabar right issue besar dari PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI / Surge) tentu sangat menarik. Tapi berapa dana yang harus Anda siapkan jika Anda ingin ikut menebus semua hak (HMETD) yang diperoleh? Kali ini, kita hitung secara detail menggunakan contoh:
- Anda memiliki 500 lot saham WIFI
- Harga beli awal (untuk ilustrasi) adalah Rp 2.650 per saham
- Anda akan menebus semua hak (HMETD) yang diperoleh
1. Data Rights Issue WIFI — Fakta Penting
Sebelum masuk ke perhitungan, berikut beberapa data kunci dari right issue saham WIFI yang dikonfirmasi publik:
- WIFI akan menerbitkan maksimal 2,94 miliar lembar saham baru. Bisnis Market+2Emiten News+2
- Harga pelaksanaan (exercise price) HMETD: Rp 2.000 per saham. Emiten News+2Kontan Investing+2
- Rasio rights issue: 4:5 (setiap pemegang 4 saham lama mendapat 5 HMETD). Emiten News
- Rights issue ini merepresentasikan sekitar 55,56% saham baru dibanding modal disetor sebelumnya. Bisnis Market
2. Hitung Berapa Saham Lama yang Dimiliki
- Jika Anda punya 500 lot, satu lot di BEI umumnya sama dengan 100 lembar saham.
- Jadi, 500 lot = 500 × 100 = 50.000 lembar saham lama (WIFI).
3. Hitung Hak HMETD yang Didapat
Dengan rasio 4 (saham lama) : 5 (HMETD):
- Untuk setiap 4 saham lama, Anda memperoleh 5 HMETD.
- Maka, untuk 50.000 saham lama: Jumlah HMETD=50.0004×5=12.500×5=62.500 HMETD\text{Jumlah HMETD} = \frac{50.000}{4} \times 5 = 12.500 \times 5 = 62.500 \text{ HMETD}Jumlah HMETD=450.000×5=12.500×5=62.500 HMETD (atau bisa dihitung langsung: 50.000 × (5/4) = 62.500)
Dengan kata lain, Anda punya hak untuk membeli 62.500 saham baru.
4. Hitung Biaya untuk Menebus Semua Hak
- Jumlah saham baru: 62.500
- Harga tebus (pelaksanaan): Rp 2.000 per saham
Total dana yang harus Anda bayar jika menebus seluruh HMETD: 62.500×2.000=Rp 125.000.000 (Rp 125 juta)62.500 \times 2.000 = \mathbf{Rp \;125.000.000} \;(\text{Rp 125 juta})62.500×2.000=Rp125.000.000(Rp 125 juta)
5. Bandingkan dengan Nilai Saham Lama Anda
- Saham lama: 50.000 lembar
- Harga awal beli (asumsi): Rp 2.650
- Nilai investasi awal = 50.000 × 2.650 = Rp 132.500.000 (132,5 juta)
Jadi, dengan menebus semua hak:
- Anda “mengeluarkan tambahan” Rp 125 juta
- Total investasi Anda (lama + baru) menjadi sekitar Rp 257,5 juta
- Jumlah kepemilikan Anda setelah tebus akan menjadi 112.500 saham (50.000 lama + 62.500 baru)
6. Risiko dan Pertimbangan
Mengikuti rights issue penuh memang bisa menarik, tetapi ada risiko yang harus dipertimbangkan:
- Dilusi jika tidak menebus:
Jika Anda memilih tidak menebus HMETD, porsi kepemilikan Anda bisa terdilusi — manajemen WIFI menyatakan dilusi maksimal bisa mencapai ~55,56%. Antara News+1 - Kebutuhan Dana Besar:
Untuk kasus 500 lot, Anda butuh dana sekitar Rp 125 juta, yang bukan jumlah kecil untuk investor ritel. - Risiko Eksekusi Proyek:
Dana hasil rights issue digunakan untuk ekspansi FTTH (Fiber to the Home) di Jawa. Keberhasilan proyek sangat penting agar investasi tambahan bisa “terbayar” melalui pertumbuhan pelanggan dan pendapatan. Bisnis Market+1 - Komitmen Pemegang Saham Utama:
Pemegang saham utama (ISB) menyatakan akan membeli sisa saham baru yang tidak ditebus investor publik, yang menurunkan risiko gagal crowd-rights. Pasardana - Valuasi Pasca-Rights (TERP):
Karena harga pelaksanaan (Rp 2.000) lebih rendah dari harga pasar (misalnya asumsi Rp 2.650), nilai saham teoritis setelah rights (TERP) akan turun. Ini normal dalam rights issue dan bisa membuat investor jangka pendek kurang nyaman.
7. Potensi Manfaat Jika Right Issue Berhasil
Tapi, jika strategi tebus benar:
- Kepemilikan Anda naik signifikan: dari 50.000 menjadi 112.500 saham.
- Partisipasi di ekspansi FTTH: Anda ikut andil dalam proyek besar WiFi murah dan infrastruktur broadband massal.
- Potensi kenaikan jangka panjang: Jika proyek FTTH sukses, nilai perusahaan bisa meningkat dan saham baru yang Anda tebus bisa naik nilainya.
- Validasi investasi: Karena pemegang utama ikut menyerap sisa saham, ini menunjukkan kepercayaan manajemen terhadap rencana ekspansi.
8. Strategi Rekomendasi untuk Investor
Berdasarkan perhitungan dan risiko di atas, berikut beberapa strategi:
- Jika Anda punya dana dan percaya jangka panjang: Tebus semua hak, karena ini memberi peluang kepemilikan yang lebih besar dan potensi gain jangka panjang.
- Jika dana terbatas: Pertimbangkan menebus sebagian HMETD (misalnya 50%) agar tidak mengeluarkan terlalu banyak sekaligus, sambil tetap menjaga kepemilikan lebih besar dari sebelumnya.
- Gunakan stop-loss setelah tebus: Jika harga saham setelah rights issue turun tajam, Anda bisa menjual sebagian untuk melindungi modal.
- Pantau laporan kuartal I/II setelah rights: Lihat apakah pembangunan FTTH mulai menghasilkan pendapatan — itu indikator penting kesuksesan rights.
💡 Kesimpulan
- Jika Anda memiliki 500 lot saham WIFI di harga Rp 2.650 dan ikut tebus semua hak (HMETD) pada rights issue:
- Jumlah HMETD ≈ 62.500 saham baru
- Biaya penuh ≈ Rp 125 juta
- Total saham setelah tebus ≈ 112.500 lembar
- Tepatnya aksi ini membawa risiko dan potensi besar: Anda bisa memperbesar kepemilikan dan ikut dalam ekspansi FTTH, tetapi harus siap dengan likuiditas dan kemungkinan volatilitas jangka pendek.
- Keputusan menebus sepenuhnya harus mempertimbangkan kapasitas dana, keyakinan terhadap proyek FTTH, dan strategi investasi jangka panjang.
Leave a Reply