Akuisisi Saham OLIV: Langkah Strategis Besar atau Sekadar Spekulasi?

Saham OLIV, kode perdagangan “OLIV” di Bursa Efek Indonesia (BEI), tiba-tiba menarik perhatian pasar investor karena kabar bahwa perusahaan ini sedang dalam proses pengalihan pengendali (akuisisi). Kabar ini diperkirakan bisa menjadi katalis besar bagi harga saham — asal benar terealisasi. Berikut bahasan lengkapnya: apa yang terjadi, siapa pihaknya, bagaimana mekanisme, serta apa artinya bagi Anda sebagai investor.


🏢 Sekilas Tentang OLIV

PT Oscar Mitra Sukses Sejahtera Tbk (OLIV) adalah perusahaan tercatat yang bergerak di bidang furnitur dan perlengkapan rumah tangga (merk “Oscar Living”). Berdasarkan laporan terkini:

  • IPO dilaksanakan pada 17 Mei 2022 dengan kode saham “OLIV”. Emitten Announcement+1
  • Pemegang saham utama awal terdiri dari Hendro Jap (~71,84 %) dan Hioe Mie Tjen (~7,11 %). Emitten Announcement+1
  • Karena skala usaha kecil dan berada di papan akselerasi, saham OLIV termasuk saham dengan volatilitas tinggi — apalagi ketika muncul kabar akuisisi.

📰 Berita Terbaru: Rencana Akuisisi & Pengalihan Pengendali

Beberapa perkembangan penting yang terkait akuisisi saham OLIV antara lain:

  • Pada 17 September 2025, Hendro Jap dan Hioe Mie Tjen menandatangani Perjanjian Jual Beli Saham Bersyarat (PJBSB) dengan konsorsium pembeli yang terdiri dari PT Olive Power Invest (OPI), PT Motif Investasi Indonesia (MII) dan PT Pacific Prima Permata (PPP) untuk mengalihkan 1.48 miliar saham OLIV atau 77,9 % dari modal disetor. Bisnis Market+2Emiten News+2
  • Pada 10 November 2025, OLIV mengumumkan bahwa semua pihak (penjual dan pembeli) telah menandatangani Addendum PJBSB pada 7 November 2025 yang mengubah jadwal penyelesaian tahap kedua akuisisi hingga 25 November 2025 (sebelum RUPSLB dijadwalkan). Investing.com Indonesia
  • Proses ini juga diikuti dengan pengunduran diri massal enam pejabat utama direksi & komisaris OLIV, sebagai bagian dari persiapan perubahan pengendali. Emiten News
  • Harga saham OLIV melonjak ratusan persen dalam beberapa bulan, dan dikaitkan dengan rumor akuisisi serta pergeseran pengendali. Sinar Harapan+1

🎯 Kenapa Akuisisi OLIV Bisa Terjadi?

Ada beberapa faktor yang memperkuat peluang terjadinya akuisisi:

  1. Pengendali ingin melepas saham besar
    – Hendro Jap dan Hioe Mie Tjen melepas 77,9 % saham melalui PJBSB — menunjukkan kemungkinan kuat bahwa mereka memang ingin “keluar” dari posisi pengendali. RCTI++1
    – Penjualan ini dilakukan dengan harga yang sangat rendah dibanding pergerakan harga saham di pasar (contoh: dijual saat pasar naik). Hallo Bisnis+1
  2. Investor pembeli dengan nama baru
    – Konsorsium OPI, MII, PPP disebut sebagai calon pembeli yang akan mengambil alih pengendalian OLIV. Emiten News+1
    – Pergeseran pengendali besar (lebih dari 50 %) jika berhasil akan membawa akuisisi formal dan perubahan strategi perusahaan.
  3. Sentimen pasar dan volatilitas tinggi
    – Karena rumor kuat, saham OLIV sudah naik signifikan — ini menunjukkan bahwa pasar “mempesankan” akuisisi yang akan datang. Emiten News+1
    – Akuisisi kecil (emiten mini) ramai terjadi paruh kedua 2025. Bisnis Market
  4. Skala usaha yang kecil memudahkan perubahan pengendali
    – Dengan free float dan kepemilikan publik yang relatif terbuka, transaksi pengambilalihan menjadi lebih feasible bagi investor strategis.

⚠️ Hambatan dan Risiko — Kenapa Tidak Jaminan 100%?

Meski prospeknya kuat, belum semuanya berjalan mulus:

  • Meskipun PJBSB sudah ditandatangani, belum ada pengumuman resmi bahwa proses akuisisi telah selesai. OLIV sendiri menyatakan bahwa mereka “tidak dapat memastikan dampak operasional, keuangan, atau kelangsungan usaha” dari transaksi. Investing.com Indonesia
  • Pengumuman ini juga memicu interogasi dari BEI terkait divestasi dan alih bisnisOLIV. Emiten News
  • Ada potensi penundaan atau pembatalan bila syarat‐syarat dalam PJBSB tidak terpenuhi (condition precedent) — contohnya perubahan direksi, persetujuan pemegang saham, atau izin regulator.
  • Risiko profit taking besar karena lonjakan harga saham yang terjadi sebelum aksi korporasi selesai. Jika akuisisi gagal, harga bisa turun tajam.

📈 Implikasi Bagi Investor: Peluang vs Strategi

✅ Peluang

  • Jika akuisisi rampung dengan sukses, saham OLIV bisa mengalami “re‐rating” ke valuasi yang jauh lebih tinggi — karena masuknya investor baru dan potensi perubahan strategi bisnis.
  • Investor yang masuk lebih awal (sebelum akuisisi resmi) bisa memperoleh keuntungan signifikan. Contoh: saham yang sudah naik 300­-600 % dalam beberapa bulan. anci.web.id+1
  • Potensi sinergi bisnis baru jika pengendali baru mengubah arah bisnis (misalnya ke ekosistem kendaraan listrik atau manufaktur baru) bisa memperbesar pertumbuhan jangka menengah.

⚠️ Strategi & Risiko

  • Masuk di harga tinggi sangat riskan, terlebih jika belum ada kepastian resmi.
  • Disarankan melakukan “buy on dip” — tunggu jika harga terkoreksi ke area support dan set stop-loss ketat.
  • Pantau pengumuman resmi via situs BEI, persyaratan PJBSB, serta RUPSLB terkait perubahan pengendali.
  • Untuk investor jangka panjang: pastikan bahwa pengendali baru akan memiliki visi yang jelas dan strategi bisnis yang kuat — bukan hanya akuisisi semata.

🧭 Kesimpulan

Akuisisi saham OLIV oleh konsorsium OPI/MII/PPP atau pihak lain sepertinya cukup mungkin dan sedang dalam proses serius — pengendali lama sudah melepas sebagian besar saham mereka, dokumen transaksi sudah ditandatangani, dan pasar telah merefleksikan ekspektasi tersebut. Namun, karena belum tuntas dan belum ada pengumuman final, masih terdapat risiko ketidakpastian yang signifikan.

Bagi investor yang tertarik, OLIV bisa menjadi salah satu saham “pion kecil” dengan potensi besar harga jika akuisisi berhasil. Tapi, strategi yang cermat dan disiplin sangat diperlukan agar tidak terjebak euforia tanpa dasar.

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *