Saham OLIV (PT Oscar Mitra Sukses Sejahtera Tbk) tengah menjadi sorotan utama di bursa. Dalam beberapa pekan terakhir, harga saham OLIV melonjak tajam seiring munculnya rumor akuisisi oleh investor strategis baru yang siap membawa emiten ini ke babak transformasi besar. Kabar ini bukan sekadar isu pasar biasa — tetapi sudah dikonfirmasi melalui perjanjian jual beli saham bersyarat (PJB-SB) antara pemegang saham lama dan calon pengendali baru.
Artikel ini akan membahas secara mendalam tentang potensi saham OLIV ke depan, siapa pihak yang akan mengakuisisi, serta bagaimana arah bisnisnya bisa berubah signifikan setelah aksi korporasi ini tuntas.
🏢 Profil Singkat PT Oscar Mitra Sukses Sejahtera Tbk (OLIV)
PT Oscar Mitra Sukses Sejahtera Tbk (OLIV) merupakan perusahaan yang bergerak di bidang distribusi dan perdagangan furnitur. Emiten ini dikenal dengan jaringan distribusi perabot rumah tangga dan perkantoran di berbagai platform digital. Sejak IPO pada tahun 2022, OLIV menjadi salah satu pionir dalam sektor furnitur online yang memanfaatkan e-commerce dan digitalisasi penjualan.
Meski sempat undervalued setelah IPO, saham OLIV mulai mencuri perhatian investor pada pertengahan 2025. Volume perdagangan meningkat tajam, dan rumor akuisisi menjadi katalis utama lonjakan harganya.
💼 Siapa Calon Pengendali Baru OLIV?
Berdasarkan keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia dan laporan media keuangan, diketahui bahwa pemegang saham mayoritas OLIV, Hendro Jap (sekitar 71,84%) dan Hioe Mie Tjen (7,1%), telah menandatangani Perjanjian Jual Beli Saham Bersyarat (PJB-SB) pada 17 September 2025.
Pihak pembeli terdiri dari konsorsium tiga perusahaan:
- PT Olive Power Invest (OPI)
- Fokus pada investasi strategis di sektor teknologi dan kendaraan energi baru.
- Dikabarkan berafiliasi dengan grup investasi “OLIVE Group” yang mengincar ekspansi di ekosistem kendaraan listrik.
- PT Motif Investasi Indonesia (MII)
- Bergerak di bidang keuangan dan investasi aset produktif.
- PT Pacific Prima Permata (PPP)
- Perusahaan investasi dengan fokus pada konsumer dan energi hijau.
Ketiga entitas tersebut disebut akan membeli sekitar 1,48 miliar saham OLIV, setara 77,9% dari total modal ditempatkan dan disetor penuh. Artinya, kepemilikan publik akan tetap eksis, namun pengendali utama akan berganti sepenuhnya ke konsorsium baru.
🔍 Apa Alasan di Balik Akuisisi Saham OLIV?
Menurut laporan Bisnis.com dan Emitennews.com, motivasi utama akuisisi ini adalah untuk mengubah arah bisnis OLIV ke bidang yang lebih menjanjikan, yakni ekosistem kendaraan niaga hijau (green commercial vehicles).
Investor baru, melalui OLIVE Group, disebut memiliki visi untuk membangun rantai nilai kendaraan listrik (EV) di Indonesia, mulai dari konversi mesin konvensional, penyediaan suku cadang, hingga sistem logistik digital.
Dengan masuknya konsorsium ini, OLIV diharapkan tidak hanya menjadi pemain furnitur, tetapi juga transformasi ke perusahaan teknologi berorientasi keberlanjutan.
📈 Lonjakan Harga Saham OLIV: Bukti Antusiasme Pasar
Sejak pengumuman rumor akuisisi, harga saham OLIV melonjak hingga ribuan persen dalam waktu singkat. Volume transaksi di pasar reguler meningkat signifikan, menandakan adanya akumulasi oleh investor besar.
Pada pekan ketiga September 2025, saham OLIV yang sebelumnya stagnan di bawah Rp50 per lembar sempat menembus Rp300–400 per saham, bahkan menyentuh level psikologis Rp500 di tengah euforia pasar.
Lonjakan ini tak lepas dari:
- Ekspektasi perubahan bisnis yang lebih modern dan bernilai tinggi,
- Optimisme investor ritel terhadap potensi revaluasi aset, dan
- Spekulasi MTO (mandatory tender offer) setelah akuisisi resmi disetujui oleh regulator.
⚙️ Potensi Perubahan Sektor Usaha
Sebelum akuisisi, OLIV dikategorikan sebagai emiten sektor consumer discretionary (perdagangan furnitur dan perlengkapan rumah tangga). Namun dengan rencana masuknya OLIVE Group yang bergerak di bidang energi baru dan kendaraan listrik, sangat mungkin OLIV akan berubah sektor usaha dalam RUPS mendatang.
Perubahan arah bisnis ini bisa mencakup:
- Produksi dan perdagangan kendaraan niaga ramah lingkungan,
- Layanan digital dan logistik berbasis teknologi,
- Solusi energi terbarukan untuk sektor transportasi dan manufaktur.
Jika hal ini terealisasi, OLIV akan bertransformasi menjadi emiten multi-sektor yang menggabungkan teknologi, energi, dan manufaktur ringan — kombinasi yang sangat menarik bagi investor jangka menengah.
🔮 Prospek Saham OLIV ke Depan
Dari perspektif fundamental dan sentimen pasar, prospek saham OLIV pasca-akuisisi terbilang positif, dengan beberapa alasan utama:
- Valuasi masih murah
Sebelum akuisisi, market cap OLIV relatif kecil dibanding calon pengendali baru. Jika sinergi bisnis berhasil, valuasi dapat naik berlipat ganda. - Transformasi bisnis berpotensi besar
Sektor kendaraan listrik dan energi hijau sedang naik daun, sejalan dengan arah kebijakan pemerintah Indonesia menuju Net Zero Emission 2060. - Momentum publikasi media tinggi
OLIV kini menjadi salah satu saham paling banyak dibicarakan di media sosial, forum saham, dan grup telegram investor — meningkatkan potensi trading volume jangka pendek. - Potensi aksi korporasi lanjutan
Tidak menutup kemungkinan OLIV akan melakukan right issue, private placement, atau rebranding pasca-akuisisi. Langkah-langkah ini dapat menarik investor institusi baru.
⚠️ Risiko yang Perlu Diperhatikan
Meski prospeknya menarik, investor tetap perlu waspada terhadap beberapa risiko berikut:
- Belum ada kepastian waktu penyelesaian akuisisi — masih menunggu persetujuan dari BEI dan OJK.
- Fluktuasi harga ekstrem akibat spekulasi.
- Potensi overvaluation jika ekspektasi terlalu tinggi sebelum transformasi bisnis terealisasi.
- Kemungkinan dilusi saham bila dilakukan aksi korporasi pendanaan.
🧭 Kesimpulan: Saham OLIV Bisa Jadi “Kuda Hitam” Baru Bursa 2025
Dengan rumor akuisisi oleh PT Olive Power Invest dan konsorsium investor hijau, saham OLIV kini berada di titik krusial. Jika rencana ini berhasil, OLIV berpotensi beralih dari emiten furnitur kecil menjadi perusahaan teknologi hijau dengan valuasi besar.
Dari sisi trader sentiment, saham OLIV menjadi salah satu yang paling panas di akhir tahun 2025.
Namun, bagi investor jangka panjang, penting untuk menunggu kejelasan RUPS dan laporan keuangan terbaru untuk melihat arah bisnis secara konkret.
Satu hal pasti: saham OLIV kini bukan lagi saham tidur.
Ia telah berubah menjadi simbol bagaimana transformasi strategis bisa mengubah citra dan nilai sebuah perusahaan dalam waktu singkat.
Leave a Reply