Studi Kasus: Punya 300 Lot Saham PACK di Rp 2.650 — Ikut Rights Issue Full, Berapa Dana yang Dibutuhkan & Berapa Harga Rata-rata Setelah Tebus? (Data Real Terbaru)

Rights issue saham PACK lewat skema OWK (Obligasi Wajib Konversi) menjadi salah satu aksi korporasi paling dibicarakan investor. Karena skala penerbitan sangat besar dan harga pelaksanaan jauh di bawah harga pasar, keputusan ikut menebus atau tidak memberikan dampak sangat besar terhadap kepemilikan dan average cost investor. Pada studi kasus ini kita pakai data real terbaru yang diberitakan publik (harga tebus OWK Rp 100/unit, rasio HMETD publikasi: setiap 5 saham lama berhak 102 HMETD, dan skema konversi OWK → saham 1:1 sesuai pengumuman).

Kita hitung secara rinci untuk investor yang memiliki 300 lot (30.000 lembar) PACK pada harga Rp 2.650 dan menebus seluruh hak (tebus full).


Data dasar yang dipakai (data real terbaru)

  • Harga saham sebelum right issue (asumsi studi): Rp 2.650/lembar.
  • Kepemilikan awal: 300 lot = 30.000 lembar.
  • Rasio HMETD publikasi: 102 HMETD per 5 saham lama≈20,4 HMETD per 1 saham lama.
  • Harga pelaksanaan / exercise price OWK: Rp 100 per unit.
  • Asumsi konversi OWK ke saham biasa: 1 OWK → 1 saham biasa (sebagaimana diberitakan).

Catatan: angka rasio HMETD dan harga tebus ini bersumber dari keterbukaan informasi dan berita pasar yang diterbitkan perusahaan/BEI. Selalu cek prospektus final untuk angka dan jadwal resmi.


1) Berapa HMETD / OWK yang kita peroleh?

Rasio per saham lama = 102 / 5 = 20,4 HMETD.
Untuk 30.000 saham lama: 30.000×20,4=612.000 unit HMETD (→ OWK)30.000 × 20{,}4 = 612.000 \text{ unit HMETD (→ OWK)}30.000×20,4=612.000 unit HMETD (→ OWK)

Jadi investor berhak atas ≈612.000 unit OWK.


2) Berapa dana yang diperlukan untuk menebus penuh?

Harga tebus = Rp 100 per unit. 612.000×Rp100=Rp61.200.000612.000 × Rp 100 = Rp 61.200.000612.000×Rp100=Rp61.200.000

Kebutuhan dana untuk menebus full ≈ Rp 61,2 juta.

(Itu di luar modal awal yang sudah dikeluarkan saat beli saham lama.)


3) Total saham setelah konversi OWK → saham

Dengan asumsi 1 OWK dikonversi menjadi 1 saham biasa setelah periode konversi:

  • Saham lama = 30.000
  • Saham baru (hasil konversi OWK) = 612.000
  • Total saham setelah konversi = 642.000 lembar

4) Total modal yang telah dikeluarkan investor

  • Modal awal (membeli 30.000 lembar di Rp 2.650): 30.000×Rp2.650=Rp79.500.00030.000 × Rp 2.650 = Rp 79.500.00030.000×Rp2.650=Rp79.500.000
  • Tambahan modal untuk tebus OWK: Rp 61.200.000

Total modal=Rp79.500.000+Rp61.200.000=Rp140.700.000\text{Total modal} = Rp 79.500.000 + Rp 61.200.000 = Rp 140.700.000Total modal=Rp79.500.000+Rp61.200.000=Rp140.700.000


5) Berapa harga rata-rata beli (average cost) setelah tebus full?

Rumus: Average cost=Total modalTotal saham=140.700.000642.000≈Rp219,16\text{Average cost} = \frac{\text{Total modal}}{\text{Total saham}} = \frac{140.700.000}{642.000} \approx Rp 219{,}16Average cost=Total sahamTotal modal​=642.000140.700.000​≈Rp219,16

Harga rata-rata (rounded) ≈ Rp 219 per lembar.

Dengan kata lain, setelah menebus penuh, average cost turun drastis dari Rp 2.650 → ±Rp 219.


6) Implikasi praktis dan interpretasi

  • Modal tambahan relatif terjangkau: Tambahan Rp 61,2 juta dibanding modal awal Rp 79,5 juta — investor menggandakan sahamnya (30.000 → 642.000) dengan tambahan modal ≈ 77% dari modal awal.
  • Break-even jauh turun: Titik impas kini sekitar Rp 219; bila pasar bergerak sedikit di atas angka ini, posisi sudah mulai untung.
  • Perlindungan terhadap dilusi: Menebus full menjaga proporsi kepemilikan relatif dan menghindari dilusi ekstrem akibat emisi jumbo.
  • Potensi leverage: Jika saham kembali menguat ke level ratusan atau ribuan rupiah, keuntungan relatif terhadap modal total bisa sangat besar.

7) Risiko yang harus diwaspadai

  1. Harga pasar pasca-rights menyesuaikan (TERP) — pasar biasanya menilai ulang harga setelah dilusi; harga dapat jatuh mendekati nilai teoritis ex-rights.
  2. Likuiditas & volatilitas meningkat signifikan karena jumlah saham beredar membesar — harga bisa bergerak liar.
  3. Risiko fundamental: Jika dana hasil rights tidak dialokasikan produktif, re-rating positif mungkin tak terjadi.
  4. Ketentuan final dapat berubah — rasio, harga tebus, atau mekanisme konversi di prospektus final harus dikonfirmasi; artikel ini memakai data publik awal.

8) Contoh nilai portofolio pada beberapa harga pasca-RI (untuk gambaran)

Total saham = 642.000.

  • Harga Rp 100 → nilai = Rp 64.200.000 (rugi terhadap modal total Rp 140,7 juta)
  • Harga Rp 219 → nilai ≈ Rp 140.598.000 (mendekati impas)
  • Harga Rp 500 → nilai ≈ Rp 321.000.000 (potensi +128% dari modal)
  • Harga Rp 1.000 → nilai ≈ Rp 642.000.000 (potensi +356%)

Ini menggambarkan leverage besar bila moncer, namun juga risiko kalau turun.


9) Rekomendasi praktis

  • Cek prospektus final dan tanggal cum HMETD di situs BEI sebelum ambil keputusan.
  • Pertimbangkan partisipasi penuh bila kamu yakin pada alokasi dana hasil RI dan mampu menanggung modal tambahan.
  • Bila ragu, gunakan strategi sebagian (mis. tebus 50%) untuk menyeimbangkan risiko dan mengurangi kebutuhan dana.
  • Hitung skenario (break-even, target harga, worst case) sebelum finalisasi keputusan.

Penutup

Pada studi kasus 300 lot PACK di harga Rp 2.650, dengan data real terbaru (rasio 5 lama : 102 HMETD, harga tebus Rp 100, konversi 1:1), kebutuhan dana untuk tebus full ≈ Rp 61,2 juta, dan harga rata-rata beli setelah tebus ≈ Rp 219/lembar. Keputusan ikut right issue penuh memberikan kesempatan menurunkan average cost drastis, tetapi perlu disertai pemahaman risiko dan konfirmasi ketentuan final prospektus.

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *