Right issue jumbo PT Pancadana Awal Bersama Tbk (PACK) menjadi salah satu aksi korporasi terbesar yang menarik perhatian investor Indonesia pada 2025. Dengan adanya penerbitan OWK (Obligasi Wajib Konversi) yang dapat dikonversi menjadi saham pada harga Rp 100 per unit, investor publik mendapat kesempatan menurunkan rata-rata harga beli secara signifikan—asal ikut menebus seluruh HMETD yang mereka miliki.
Dalam artikel ini kita membahas studi kasus real menggunakan data publik terbaru: seorang investor memiliki 400 lot (40.000 lembar) saham PACK yang dibeli pada harga Rp 2.650, lalu ia memutuskan untuk menebus seluruh HMETD saat right issue. Berapa dana yang harus disiapkan? Dan berapa harga rata-rata beli setelah semua OWK dikonversi menjadi saham?
Semua perhitungan di bawah memakai data real terbaru yang telah dipublikasikan melalui keterbukaan informasi:
Data Resmi yang Dipakai (Update Terbaru)
Dari keterbukaan informasi dan pemberitaan resmi:
- Harga tebus right issue (OWK): Rp 100 per unit
- Rasio HMETD: 5 saham lama → 102 HMETD
- Berarti setiap 1 saham lama → 20,4 HMETD
- OWK akan dikoversi menjadi saham biasa 1:1
- Konversi dilakukan setelah periode penebusan berakhir.
Studi kasus ini menghitung seluruh dampak secara kuantitatif.
1. Berapa HMETD yang Didapat Jika Memiliki 40.000 Saham Lama?
Jumlah saham awal:
- 400 lot = 40.000 lembar saham
Rasio HMETD: 102/5=20,4 HMETD untuk setiap 1 saham lama102 / 5 = 20,4\ HMETD\ untuk\ setiap\ 1\ saham\ lama102/5=20,4 HMETD untuk setiap 1 saham lama
Jumlah HMETD: 40.000×20,4=816.000 HMETD40.000 × 20,4 = 816.000\ HMETD40.000×20,4=816.000 HMETD
Artinya, investor berhak mendapatkan 816.000 HMETD, yang dapat ditebus menjadi 816.000 unit OWK.
2. Berapa Dana yang Dibutuhkan untuk Menebus Full?
Harga tebus OWK: Rp 100/unit 816.000×Rp100=Rp81.600.000816.000 × Rp 100 = Rp 81.600.000816.000×Rp100=Rp81.600.000
Jadi, kebutuhan dana untuk menebus penuh adalah Rp 81.600.000.
Ini adalah dana tambahan di luar modal awal pembelian saham sebelum right issue.
3. Total Saham Setelah Konversi
Setelah seluruh OWK dikonversi menjadi saham biasa:
- Saham lama: 40.000
- Saham baru (hasil konversi): 816.000
Total saham baru setelah RI=40.000+816.000=856.000 lembar\text{Total saham baru setelah RI} = 40.000 + 816.000 = 856.000\ lembarTotal saham baru setelah RI=40.000+816.000=856.000 lembar
Investor kini memiliki 856.000 saham PACK.
4. Total Modal yang Telah Dikeluarkan Investor
A. Modal awal saat membeli saham lama
Harga beli awal: Rp 2.650
Jumlah saham: 40.000 40.000×2.650=Rp106.000.00040.000 × 2.650 = Rp 106.000.00040.000×2.650=Rp106.000.000
Modal awal = Rp 106.000.000
B. Tambahan modal untuk menebus right issue
Rp 81.600.000Rp\ 81.600.000Rp 81.600.000
C. Total modal keseluruhan
106.000.000+81.600.000=Rp 187.600.000106.000.000 + 81.600.000 = Rp\ 187.600.000106.000.000+81.600.000=Rp 187.600.000
Total modal investor menjadi Rp 187.600.000.
5. Berapa Harga Rata-rata Beli Setelah Right Issue?
Rumus: Average Cost=Total ModalTotal Saham\text{Average Cost} = \frac{\text{Total Modal}}{\text{Total Saham}}Average Cost=Total SahamTotal Modal Average Cost=187.600.000856.000≈Rp 219,25\text{Average Cost} = \frac{187.600.000}{856.000} ≈ Rp\ 219{,}25Average Cost=856.000187.600.000≈Rp 219,25
Pembulatan:
Harga rata-rata beli baru ≈ Rp 219 per lembar
Dengan kata lain, average cost turun dari Rp 2.650 → Rp 219, atau turun lebih dari 90%.
Ini adalah efek dari masuknya saham baru dengan harga sangat rendah (Rp 100).
6. Penjelasan Dampak Perhitungan: Kenapa Harga Rata-rata Turun Drastis?
Ada tiga alasan:
1. Jumlah saham baru jauh lebih banyak
Dari 40.000 saham → 856.000 saham
Saham baru = 20,4× lebih banyak dari saham lama.
2. Harga tebus sangat murah
Harga OWK = Rp 100
Harga beli lama = Rp 2.650
Rasio perbedaan = 26,5× lebih murah.
3. Gabungan keduanya mengimpor harga murah ke rata-rata
Rumus weighted average membuat harga baru turun jauh.
Oleh karena itu, investor yang menebus penuh mendapatkan rata-rata modal yang sangat rendah.
7. Berapa Nilai Portofolio Pada Berbagai Harga Setelah RI?
Menarik untuk melihat bagaimana potensi keuntungan jika harga bergerak:
Total saham = 856.000 lembar
Average cost = Rp 219
Jika harga menjadi Rp 100 (turun dalam)
Nilai = 85.600.000
Rugi = besar (karena di bawah harga tebus OWK).
Jika harga kembali ke Rp 219
Nilai = ±Rp 187 juta
Posisi = impas.
Jika harga naik ke Rp 300
Nilai = 256.800.000
Potensi profit = +69 juta.
Jika harga naik ke Rp 500
Nilai = 428.000.000
Profit = +240 juta.
Jika harga naik ke Rp 1.000
Nilai = 856.000.000
Profit = +668 juta.
Dengan average Rp 219, investor memiliki leverage besar terhadap pergerakan harga setelah right issue.
8. Risiko yang Tetap Harus Dipahami
Walaupun potensi keuntungan besar, risiko tetap ada:
1. Harga dapat jatuh ke level teoritis (TERP)
Karena dilusi besar, harga wajar setelah RI bisa korektif.
2. Konsentrasi saham besar
Setelah memiliki 856.000 saham, investor jadi sangat terpapar volatilitas PACK.
3. Eksekusi bisnis perusahaan
Jika dana hasil right issue tidak digunakan efektif, kenaikan harga mungkin tidak terjadi.
4. Prospektus final tetap harus dicek
Angka rasio dan harga tebus di artikel ini berdasarkan data publik terbaru—harus dicocokkan dengan dokumen final.
9. Kesimpulan Utama Studi Kasus
Jika seorang investor:
- Memiliki 400 lot (40.000 saham) PACK di harga Rp 2.650
- Ikut right issue full, menebus seluruh HMETD (816.000 unit)
- Dengan harga tebus Rp 100/unit
Maka hasilnya:
Kebutuhan dana right issue:
➡️ Rp 81.600.000
Total saham setelah konversi:
➡️ 856.000 lembar
Total modal keseluruhan:
➡️ Rp 187.600.000
Harga rata-rata setelah tebus:
➡️ ≈ Rp 219 per lembar
Average cost turun dari Rp 2.650 ke Rp 219 — penurunan lebih dari 90%.
Ini menunjukkan betapa besarnya dampak right issue PACK terhadap struktur kepemilikan investor.
Leave a Reply