Rights issue yang dijalankan saham PACK melalui skema OWK (Obligasi Wajib Konversi) membawa dampak besar pada kepemilikan investor lama. Karena rasio HMETD yang diumumkan dan harga tebus sangat murah, ikut tebus penuh (full) akan secara drastis menambah jumlah lembar saham yang Anda pegang dan menurunkan average cost. Di artikel ini saya hitung angka-angka konkret (digit-by-digit), pakai data publik terbaru yang dipakai analis: rasio HMETD 5 saham lama → 102 HMETD (⇒ 20,4 HMETD per 1 saham lama), harga tebus OWK Rp 100/unit, dan asumsi konversi 1 OWK → 1 saham biasa.
Data dasar yang digunakan
- Kepemilikan awal: 589 lot = 589 × 100 = 58.900 lembar.
- Harga beli awal: Rp 2.430 / lembar.
- Rasio HMETD: 102 HMETD per 5 saham lama → 102 ÷ 5 = 20,4 HMETD per 1 saham lama.
- Harga tebus OWK: Rp 100 / unit.
- Konversi OWK → saham: 1 OWK → 1 saham biasa (asumsi sesuai prospektus).
- Untuk perhitungan market-cap pasca-konversi penuh saya memakai estimasi total saham pasca ≈ 34.124.485.356 lembar (saham lama ≈ 1,537,546,000 + OWK maksimal ≈ 32,586,939,356).
1) Berapa HMETD / OWK yang akan kamu peroleh?
Rasio per saham lama = 20,4 HMETD.
Hitungan:
- Saham lama = 58.900
- HMETD = 58.900 × 20,4 = 1.201.560 unit OWK
Jadi kamu akan menerima ±1.201.560 unit OWK.
2) Berapa dana yang harus disiapkan untuk menebus full?
Harga tebus = Rp 100 / unit.
Hitungan:
- Dana tebus = 1.201.560 × Rp 100 = Rp 120.156.000
➡ Kebutuhan dana untuk menebus seluruh hak ≈ Rp 120.156.000 (seratus dua puluh juta seratus lima puluh enam ribu rupiah).
Ini adalah dana tambahan di luar modal awal yang sudah kamu keluarkan ketika membeli 58.900 lembar.
3) Berapa total saham yang kamu miliki setelah konversi (asumsi 1:1)?
- Saham lama = 58.900
- Saham baru (hasil konversi OWK) = 1.201.560
- Total saham setelah konversi = 1.260.460 lembar
Setelah semua OWK dikonversi menjadi saham biasa, kamu memegang 1.260.460 lembar.
4) Total modal yang telah dikeluarkan dan harga rata-rata (average cost)
- Modal awal = 58.900 × Rp 2.430 = Rp 143.127.000.
- Tambahan modal (tebus) = Rp 120.156.000.
- Total modal = Rp 263.283.000.
Rumus average cost = total modal ÷ total saham: Average=263.283.0001.260.460≈208,88\text{Average} = \frac{263.283.000}{1.260.460} \approx 208{,}88Average=1.260.460263.283.000≈208,88
➡ Harga rata-rata setelah tebus full ≈ Rp 209 per lembar (dibulatkan).
Artinya: dari posisi awal Rp 2.430, dengan menebus penuh average cost kamu turun drastis menjadi ~Rp 209/lembar — efek dari masuknya saham baru pada harga Rp 100 sangat dominan.
5) Apa arti angka-angka ini bagi investor?
- Penurunan average cost signifikan. Dengan tambahan dana Rp ~120,2 juta, average cost turun dari Rp 2.430 → ≈ Rp 209. Itu membuat titik impas baru sangat rendah: harga hanya perlu bergerak sedikit di atas Rp ~209 agar posisi totalmu mulai untung (terhadap modal keseluruhan).
- Kenaikan jumlah saham sangat besar. Sahammu bertambah dari 58.900 → 1.260.460 lembar (naik ~21,4×). Ini meningkatkan eksposur terhadap pergerakan harga: potensi keuntungan besar jika harga rebound, tetapi juga eksposur downside lebih besar.
- Perlindungan terhadap dilusi. Dengan menebus full, kamu mempertahankan porsi kepemilikan relatif; jika tidak menebus, kepemilikan lama akan tergerus saat OWK dikonversi.
- Perlu kesiapan modal. Meskipun harga tebus per unit low, total unit banyak → kebutuhan dana ~Rp 120 juta harus disiapkan.
6) Perkiraan Market-Cap PACK jika seluruh OWK dikonversi dan harga bergerak Rp100 → Rp1.000
Untuk ilustrasi, gunakan estimasi total saham pasca-konversi ≈ 34.124.485.356 lembar. Market-cap = total saham × harga per lembar.
| Harga / lembar | Market-cap (≈ triliun Rp) |
|---|---|
| Rp 100 | ≈ Rp 3,41 T |
| Rp 200 | ≈ Rp 6,82 T |
| Rp 300 | ≈ Rp 10,24 T |
| Rp 400 | ≈ Rp 13,65 T |
| Rp 500 | ≈ Rp 17,06 T |
| Rp 600 | ≈ Rp 20,47 T |
| Rp 700 | ≈ Rp 23,89 T |
| Rp 800 | ≈ Rp 27,30 T |
| Rp 900 | ≈ Rp 30,71 T |
| Rp 1.000 | ≈ Rp 34,12 T |
Catatan: tabel ini mengasumsikan semua OWK dikonversi dan harga pasar berada pada level itu. Ini adalah proyeksi teoretis — realisasi bergantung pada take-up rate, distribusi OWK (publik vs insider), serta permintaan-penawaran pasar.
7) Risiko utama yang perlu dipahami
- Take-up rate tidak selalu 100% — jika banyak pemegang hak tidak menebus, jumlah saham final lebih kecil dari maksimum.
- Konversi OWK bersifat bertahap dan mempunyai jangka waktu — selama OWK belum dikonversi, outstanding shares tetap berdasarkan saham lama saja.
- Pasar menilai ulang (TERP) setelah rights — harga bisa turun dalam jangka pendek meski average investor yang menebus menjadi rendah.
- Penggunaan dana hasil rights menentukan re-rating jangka panjang. Jika dana dipakai produktif (capex, memperkuat neraca), kemungkinan harga naik; jika tidak, sentimen bisa negatif.
- Likuiditas & volatilitas meningkat setelah massive conversion — volume besar bisa memperlebar spread dan membuat pergerakan harga liar.
8) Rekomendasi praktis
- Verifikasi prospektus & pengumuman BEI (cum/ex date, periode tebus, jadwal distribusi OWK, batas konversi).
- Siapkan dana sebesar Rp 120.156.000 jika ingin ikut tebus full (atau sesuaikan dengan partial subscription bila ingin mengurangi kebutuhan modal).
- Pertimbangkan partial subscription (mis. 25% / 50%) bila kamu tidak ingin/mampu tebus full — saya bisa bantu hitung skenario partial jika mau.
- Tentukan exit plan (target & stop-loss) sesuai profil risiko.
- Pantau struktur pemegang OWK: jika mayoritas dibeli/ditahan pihak pengendali, free-float publik bisa tetap kecil meski outstanding naik.
Penutup
Dalam studi kasus 589 lot (58.900 lembar) PACK di harga Rp 2.430, ikut right issue full (rasio 5:102, harga tebus Rp 100) menghasilkan:
- HMETD / OWK ≈ 1.201.560 unit
- Dana tebus full ≈ Rp 120.156.000
- Total saham setelah konversi ≈ 1.260.460 lembar
- Total modal ≈ Rp 263.283.000
- Average cost ≈ Rp 209/lembar
- Market-cap proyeksi jika semua OWK dikonversi: Rp 3,41 T → Rp 34,12 T untuk harga Rp 100 → Rp 1.000 (ilustratif).
Leave a Reply