Rights issue lewat skema OWK (Obligasi Wajib Konversi) yang diumumkan saham PACK adalah salah satu aksi korporasi terbesar yang ramai diperbincangkan. Karena jumlah unit yang ditawarkan sangat besar dan harga pelaksanaan jauh di bawah harga pasar, keputusan ikut menebus penuh (full) akan sangat menentukan posisi kepemilikan dan harga rata-rata beli (average cost) Anda. Artikel ini memakai data real terbaru yang banyak dipublikasikan (rasio HMETD: 5 saham lama → 102 HMETD → ≈ 20,4 HMETD per 1 saham lama, harga tebus OWK Rp 100/unit, dan asumsi konversi 1 OWK → 1 saham) untuk menghitung secara transparan apa yang terjadi jika Anda memegang 700 lot (70.000 lembar) PACK pada harga Rp 2.500 lalu menebus seluruh hak.
Data dasar yang dipakai (ringkas)
- Kepemilikan awal: 700 lot = 70.000 lembar.
- Harga beli awal (studi): Rp 2.500 / lembar.
- Rasio HMETD publikasi: 5 saham lama → 102 HMETD ⇒ 20,4 HMETD per saham lama.
- Harga pelaksanaan OWK (exercise price): Rp 100 / unit.
- Asumsi konversi: 1 OWK → 1 saham biasa (sebagaimana diumumkan).
Catatan: angka rasio & harga tebus diambil dari keterbukaan informasi publik. Selalu cek prospektus final & pengumuman BEI sebelum bertindak.
Perhitungan langkah-per-langkah (transparan)
1) Saham lama yang dimiliki
700 lot × 100 = 70.000 lembar
2) HMETD (OWK) yang berhak diperoleh
HMETD per saham lama = 102 / 5 = 20,4
Total HMETD = 70.000 × 20,4 = 1.428.000 unit OWK
3) Dana yang harus disiapkan untuk menebus penuh
Harga tebus = Rp 100/unit
Dana tebus = 1.428.000 × 100 = Rp 142.800.000
4) Total saham setelah konversi (1 OWK → 1 saham)
Saham lama = 70.000
Saham baru (konversi OWK) = 1.428.000
Total saham setelah konversi = 1.498.000 lembar
5) Modal yang sudah dikeluarkan investor
- Modal awal = 70.000 × Rp 2.500 = Rp 175.000.000
- Tambahan modal (tebus) = Rp 142.800.000
- Total modal = Rp 317.800.000
6) Harga rata-rata beli (average cost) setelah tebus full
Average cost = Total modal ÷ Total saham
= 317.800.000 ÷ 1.498.000 ≈ Rp 212,15 per lembar
Kesimpulan angka: jika menebus penuh, average cost Anda turun dari Rp 2.500 menjadi sekitar Rp 212 per lembar, dengan kebutuhan dana tambahan Rp 142,8 juta.
Ringkasan singkat (tabel)
| Item | Nilai |
|---|---|
| Saham awal | 70.000 lembar |
| HMETD (≈20.4/unit per saham lama) | 1.428.000 unit |
| Dana tebus full | Rp 142.800.000 |
| Total saham setelah konversi | 1.498.000 lembar |
| Modal awal | Rp 175.000.000 |
| Total modal setelah tebus | Rp 317.800.000 |
| Harga rata-rata baru | ≈ Rp 212 / lembar |
Interpretasi praktis — apa artinya bagi investor?
- Average cost turun drastis. Dengan menambah modal sekitar Rp 142,8 juta (≈77% dari modal awal), Anda memangkas average cost dari Rp 2.500 ke sekitar Rp 212. Itu membuat titik impas jauh lebih rendah: sekarang Anda hanya butuh harga di atas Rp ~212 untuk mulai untung terhadap total modal.
- Kenaikan jumlah saham signifikan. Kepemilikan meningkat dari 70.000 → 1.498.000 (lebih dari 21× lipat). Ini memberi eksposur lebih besar pada upside, tetapi juga membuat nilai portofolio lebih sensitif terhadap fluktuasi harga.
- Perlindungan terhadap dilusi. Menebus penuh menjaga porsi kepemilikan relatif Anda — jika tidak ikut, kepemilikan lama akan terdilusi sangat besar karena OWK jumbo.
- Modal tambahan bukan tanpa risiko. Meskipun average turun, pasar biasanya menilai ulang saham pasca-rights (TERP). Harga dapat turun mendekati level teoritis ex-rights sehingga nilai portofolio jangka pendek masih bisa tertekan.
Contoh nilai portofolio pada beberapa skenario harga pasca-right
Total saham setelah konversi = 1.498.000; total modal = Rp 317.800.000; avg ≈ Rp 212.
- Harga Rp 100 → nilai portofolio = Rp 149.800.000 (rugi against modal)
- Harga Rp 212 → nilai ≈ Rp 317.776.000 (mendekati impas)
- Harga Rp 300 → nilai ≈ Rp 449.400.000 (potensi +41% dari modal)
- Harga Rp 500 → nilai ≈ Rp 749.000.000 (potensi +136%)
- Harga Rp 1.000 → nilai ≈ Rp 1.498.000.000 (potensi +371%)
Ini menggambarkan leverage besar: kenaikan harga relatif kecil di atas average memberi profit signifikan; sebaliknya tekanan ke bawah bisa menimbulkan kerugian besar nominal walau average rendah.
Risiko utama yang perlu dipahami
- TERP & koreksi jangka pendek. Pasar biasanya menyesuaikan harga pasca-rights ke theoretical ex-rights price — penurunan jangka pendek mungkin terjadi meski average Anda rendah.
- Likuiditas & volatilitas meningkat. Outstanding saham yang membengkak dapat memperlebar spread dan membuat pergerakan harga lebih liar.
- Realisasi penggunaan dana. Re-rating jangka panjang bergantung pada apakah manajemen menggunakan dana hasil rights untuk aset produktif. Jika tidak, sentimen bisa tetap negatif.
- Ketentuan final dapat berubah. Selalu verifikasi prospektus final: rasio HMETD, harga tebus, tanggal cum/ex, dan mekanisme konversi harus dikonfirmasi di sumber resmi BEI/emitennya.
Saran praktis singkat
- Cek prospektus & pengumuman BEI (cum/ex date, periode pelaksanaan, ketentuan OWK) sebelum setorkan dana.
- Siapkan dana tambahan Rp 142,8 juta (atau sesuai perhitungan Anda sendiri) tanpa memaksa likuidasi aset penting.
- Pertimbangkan opsi partial subscription jika tidak ingin all-in (mis. tebus 50% untuk menurunkan kebutuhan modal sekaligus kurangi risiko).
- Tetapkan target & stop-loss sebelum ikut: misalnya target jual Rp 300–500, stop-loss sesuai toleransi risiko.
Market-cap PACK setelah seluruh OWK dikonversi — perhitungan dan tabel (Rp100 → Rp1.000)
Untuk menghitung market-cap kita butuh estimasi total saham beredar pasca-rights. Menggunakan angka saham beredar sebelum rights ≈ 1.537.546.000 dan OWK maksimal 32.586.939.356, total saham pasca-konversi menjadi: Total saham pasca≈1.537.546.000+32.586.939.356=34.124.485.356 lembar\text{Total saham pasca} \approx 1.537.546.000 + 32.586.939.356 = 34.124.485.356\ \text{lembar}Total saham pasca≈1.537.546.000+32.586.939.356=34.124.485.356 lembar
(Ini asumsi semua OWK dikonversi; realisasi bisa berbeda tergantung take-up rate dan mekanisme konversi). IDN Financials+1
Berikut tabel market-cap (perkiraan) untuk harga saham pasca-konversi pada rentang Rp 100 → Rp 1.000 (kelipatan Rp 100):
| Harga per saham | Market-cap (Rp) | Market-cap (≈triliun Rp) |
|---|---|---|
| Rp 100 | 3.412.448.535.600 | ≈ Rp 3,412 T |
| Rp 200 | 6.824.897.071.200 | ≈ Rp 6,825 T |
| Rp 300 | 10.237.345.606.800 | ≈ Rp 10,237 T |
| Rp 400 | 13.649.794.142.400 | ≈ Rp 13,650 T |
| Rp 500 | 17.062.242.678.000 | ≈ Rp 17,062 T |
| Rp 600 | 20.474.691.213.600 | ≈ Rp 20,475 T |
| Rp 700 | 23.887.139.749.200 | ≈ Rp 23,887 T |
| Rp 800 | 27.299.588.284.800 | ≈ Rp 27,300 T |
| Rp 900 | 30.712.036.820.400 | ≈ Rp 30,712 T |
| Rp 1.000 | 34.124.485.356.000 | ≈ Rp 34,124 T |
Jadi, jika harga PACK mencapai Rp 1.000 pasca-konversi (dan semua OWK dikonversi), market-cap PACK kira-kira Rp 34,1 triliun. Perlu diingat angka ini bersifat ilustratif — realisasi kapitalisasi bergantung pada berapa OWK yang benar-benar dikonversi, supply/demand pasar, serta adanya mekanisme lock-up atau penahanan saham. IDN Financials+1
Risiko utama & saran singkat
- TERP & koreksi jangka pendek. Saat rights berlangsung pasar biasanya menilai ulang harga; meski average turun, harga pasar bisa turun juga.
- Take-up rate & konversi tak 100% — tabel market-cap di atas mengasumsikan semua OWK dikonversi; bila take-up rendah, outstanding lebih kecil.
- Penggunaan dana sangat menentukan re-rating jangka panjang: hasil rights perlu dipakai produktif (capex / akuisisi yang memberi cash flow) agar valuasi naik. Indo Premier
Penutup
Studi kasus ini menunjukkan betapa kuatnya efek rights issue PACK bagi investor lama: dengan menebus penuh Anda bisa menurunkan average cost dari Rp 2.500 menjadi sekitar Rp 212, sambil meningkatkan jumlah saham lebih dari 21 kali lipat — asalkan Anda siap menambah modal Rp 142.800.000. Keputusan ikut full jelas menawarkan potensi keuntungan besar bila perusahaan dan sentimen pasar mendukung, namun juga membawa kebutuhan modal dan eksposur volatilitas yang signifikan. Selalu konfirmasi angka final di prospektus resmi dan sesuaikan keputusan dengan profil risiko serta rencana investasi Anda.
Leave a Reply