Mencari saham potensial di Bursa Efek Indonesia (BEI/IDX) sering terasa membingungkan: ratusan emiten, banyak rasio, dan istilah teknikal yang terdengar rumit. Di sinilah stock screener saham IDX menjadi “mesin pencari” yang membantu Anda menyaring saham sesuai kriteria yang Anda inginkan, baik fundamental maupun teknikal.
Di halaman /screener SahamRadar.id, Anda bisa memanfaatkan screener saham Indonesia gratis untuk cari saham potensial, misalnya saham undervalued, saham murah dan bagus, atau saham dengan pertumbuhan laba stabil. Artikel ini akan menjadi panduan lengkap cara menggunakan stock screener, menjelaskan arti rasio penting, strategi screening, hingga contoh kasus angka konkret agar Anda lebih percaya diri mengambil keputusan investasi sendiri.
---
Apa Itu Stock Screener Saham IDX dan Kenapa Penting?
Stock screener saham IDX adalah alat online untuk menyaring saham-saham yang tercatat di Bursa Efek Indonesia berdasarkan kriteria tertentu, misalnya:
- Rasio valuasi (PER, PBV)
- Kualitas fundamental (ROE, pertumbuhan laba)
- Likuiditas (volume transaksi, nilai transaksi)
- Ukuran perusahaan (market cap)
- Indikator teknikal (MA, RSI, dll – jika tersedia)
Alih-alih melihat ratusan kode saham satu per satu, Anda cukup mengatur filter, lalu screener akan menampilkan daftar saham yang memenuhi kriteria tersebut. Ini menghemat waktu dan membantu Anda lebih disiplin mengikuti strategi investasi yang jelas.
---
Cara Kerja Dasar Stock Screener Saham IDX di SahamRadar.id
Secara garis besar, cara kerja screener saham Indonesia di SahamRadar.id mengikuti alur berikut:
- Pilih universe saham
Biasanya default-nya adalah semua saham IDX. Anda bisa membatasi ke indeks tertentu (misalnya LQ45, IDX30) jika fitur itu tersedia.
- Tentukan kriteria filter
Misalnya:
- PER < 15
- PBV < 1,5
- ROE > 15%
- Market cap > Rp 1 triliun
- Volume rata-rata harian > 1.000.000 lot
- Jalankan screening
Screener akan memproses data dan menampilkan daftar saham yang memenuhi kriteria tersebut.
- Analisis lanjutan
Dari hasil screener, Anda masih perlu:
- Membaca laporan keuangan
- Melihat grafik harga
- Memahami bisnis perusahaan
Stock screener hanyalah alat bantu awal untuk menyusutkan daftar kandidat, bukan alat otomatis untuk memilih saham terbaik.
---
Istilah & Rasio Penting: PBV, PER, ROE, Market Cap, Volume
Agar bisa memanfaatkan stock screener saham IDX dengan efektif, Anda perlu memahami beberapa istilah dasar yang sering muncul sebagai pilihan filter.
1. PER (Price to Earnings Ratio)
PER mengukur harga saham dibandingkan laba bersih per saham (EPS).
- PER rendah: bisa berarti saham murah, tapi bisa juga karena prospek bisnis kurang baik.
- PER tinggi: bisa berarti pasar optimis pada pertumbuhan, tapi bisa juga sudah terlalu mahal.
Contoh filter:
- PER antara 5 – 15 untuk investor value
- PER < 25 untuk growth investor yang masih ingin batasan valuasi
2. PBV (Price to Book Value)
PBV membandingkan harga saham dengan nilai buku per saham (ekuitas/ekuitas per saham).
- PBV < 1: pasar menilai perusahaan lebih rendah dari nilai bukunya (sering jadi acuan saham undervalued).
- PBV 1–3: umum untuk banyak sektor.
- PBV sangat tinggi: biasanya di sektor dengan aset intangible besar (teknologi, brand kuat, dll).
Contoh filter:
- PBV < 1,5 untuk mencari saham murah dan bagus
- PBV < 1 untuk mencari saham undervalued Indonesia yang lebih ketat
3. ROE (Return on Equity)
ROE mengukur seberapa efisien perusahaan menghasilkan laba dari modal pemegang saham.
- ROE = Laba Bersih / Ekuitas
- ROE tinggi (misalnya > 15%) biasanya menunjukkan manajemen yang efektif
- ROE perlu dilihat konsisten dari tahun ke tahun, bukan hanya 1 tahun
Contoh filter:
- ROE > 12% untuk kualitas bisnis menengah ke atas
- ROE > 15% untuk bisnis yang sangat efisien
4. Market Cap (Kapitalisasi Pasar)
Market cap = Harga Saham × Jumlah Saham Beredar. Menggambarkan “ukuran” perusahaan di pasar.
- Small cap: kapitalisasi lebih kecil, potensi pertumbuhan besar tapi risiko tinggi.
- Mid cap: pertumbuhan dan stabilitas cenderung seimbang.
- Large cap (blue chip): umumnya lebih stabil, cocok untuk investor konservatif.
Contoh filter:
- Market cap > Rp 1 triliun untuk menghindari saham terlalu kecil dan ilikuid
- Market cap > Rp 10 triliun untuk fokus ke saham-saham besar
5. Volume & Nilai Transaksi
Volume menunjukkan berapa banyak saham diperdagangkan dalam periode tertentu.
- Volume tinggi: likuid, lebih mudah jual-beli tanpa menggerakkan harga terlalu besar.
- Volume rendah: lebih sulit keluar masuk posisi, spread bid-ask bisa lebar.
Contoh filter:
- Volume rata-rata 3 bulan > 1.000.000 saham per hari
- Nilai transaksi rata-rata > Rp 1 miliar per hari (jika data tersedia)
---
Strategi Screening: Growth, Value, dan Dividend di IDX
Stock screener saham Indonesia memungkinkan Anda menjalankan berbagai gaya investasi di pasar saham IDX. Berikut tiga yang paling umum: growth, value, dan dividend.
Screening untuk Growth Investing
Fokus: perusahaan dengan pertumbuhan laba dan pendapatan tinggi, meski valuasi tidak selalu murah.
Contoh pendekatan filter:
- Pertumbuhan laba bersih 3 tahun terakhir: positif dan konsisten
- Pertumbuhan pendapatan 3 tahun terakhir: positif
- ROE > 12–15%
- PER: bisa toleran agak tinggi (misalnya < 30), tergantung sektor
- Debt to Equity Ratio (DER): tidak terlalu tinggi (misalnya < 1,5, jika data tersedia)
- Market cap: opsional, misalnya > Rp 1 triliun
Tujuan: mencari perusahaan yang sedang ekspansi, makin profitable, dan diapresiasi pasar seiring waktu.
Screening untuk Value Investing
Fokus: cari saham undervalued Indonesia yang diperdagangkan di bawah nilai wajarnya.
Contoh pendekatan filter:
- PBV < 1,5 (lebih ketat: PBV < 1)
- PER < 15
- ROE minimal 10–12% (agar bukan perusahaan “murah” karena tidak efisien)
- Debt to Equity Ratio: moderat
- Pertumbuhan laba: minimal tidak menurun drastis
Tujuan: menemukan saham murah dan bagus dengan margin of safety, bukan sekadar saham murah dengan bisnis yang memburuk.
Screening untuk Dividend Investing
Fokus: perusahaan yang rajin memberi dividen dan yield relatif menarik.
Contoh pendekatan filter:
- Dividend yield historis: misalnya > 4–5% per tahun
- Payout ratio: tidak ekstrem (tidak 0%, tidak 100% terus-menerus)
- Laba bersih stabil/naik
- Hutang terkendali
- Market cap: cenderung pilih mid/large cap yang lebih stabil
Tujuan: membangun portofolio yang memberikan aliran dividen rutin, cocok untuk tujuan cash flow jangka panjang.
---
Contoh Kombinasi Filter: Mencari Saham Undervalued di IDX
Bagian ini contoh edukatif cara menggunakan stock screener saham IDX untuk cari saham potensial yang undervalued. Angka di bawah ini bukan rekomendasi, hanya ilustrasi logika screening.
Contoh Filter 1: Value Moderat (Defensif)
Tujuan: mencari saham relatif murah tapi masih dari perusahaan yang cukup solid.
Filter:
- PBV ≤ 1,5
- PER antara 5 – 15
- ROE ≥ 12%
- Market cap ≥ Rp 2 triliun
- Volume rata-rata 3 bulan ≥ 1.000.000 saham per hari
Interpretasi:
- PBV dan PER membatasi valuasi agar tidak terlalu mahal.
- ROE memastikan kualitas bisnis.
- Market cap dan volume menjaga agar saham cukup likuid dan tidak terlalu kecil.
Contoh Filter 2: Deep Value (Lebih Agresif)
Tujuan: mencari saham yang mungkin benar-benar murah, tapi perlu analisis lanjutan ekstra hati-hati.
Filter:
- PBV < 1
- PER < 10
- ROE ≥ 10%
- Pertumbuhan laba 3 tahun: minimal tidak negatif besar (misalnya > -5% / tahun)
- Debt to Equity Ratio ≤ 1,5 (jika tersedia)
Interpretasi:
- PBV < 1: pasar memberi diskon dibanding nilai buku.
- Risiko value trap lebih besar sehingga perlu cek manual: industri, manajemen, dan laporan keuangan.
Contoh Filter 3: Undervalued Plus Dividen Menarik
Tujuan: mencari saham undervalued yang juga rutin memberi dividen.
Filter:
- PBV ≤ 1,5
- PER ≤ 15
- Dividend yield historis rata-rata 3 tahun ≥ 4%
- ROE ≥ 12%
- Market cap ≥ Rp 5 triliun
Interpretasi:
- Kombinasi valuasi wajar, bisnis cukup efisien, plus dividen menarik.
- Cocok untuk investor yang ingin potensi capital gain dan income dari dividen.
---
Rumus & Cara Hitung Manual: Compound Interest di Investasi Saham
Investasi saham dan reksa dana bekerja dengan prinsip bunga berbunga (compound interest) ketika dividen dan capital gain Anda diinvestasikan kembali.
Rumus Compound Interest
Secara umum:
- Nilai akhir (FV) = Nilai awal (PV) × (1 + r)ⁿ
Di mana:
- PV = jumlah investasi awal
- r = tingkat imbal hasil per periode (misalnya per tahun)
- n = jumlah periode (misalnya tahun)
- FV = nilai investasi di akhir periode
Contoh Perhitungan Langkah demi Langkah
Misal:
- Anda investasi awal (PV) = Rp 10.000.000
- Imbal hasil rata-rata per tahun (r) = 12% = 0,12
- Periode investasi (n) = 5 tahun
Hitung:
- Tahun ke-1
Nilai akhir tahun 1 = 10.000.000 × (1 + 0,12) = 10.000.000 × 1,12 = Rp 11.200.000
- Tahun ke-2
Nilai akhir tahun 2 = 11.200.000 × 1,12 = Rp 12.544.000
- Tahun ke-3
Nilai akhir tahun 3 = 12.544.000 × 1,12 = Rp 14.049.280
- Tahun ke-4
Nilai akhir tahun 4 = 14.049.280 × 1,12 ≈ Rp 15.735.194
- Tahun ke-5
Nilai akhir tahun 5 = 15.735.194 × 1,12 ≈ Rp 17.622.218
Atau langsung pakai rumus:
- FV = 10.000.000 × (1 + 0,12)⁵
- (1,12)⁵ ≈ 1,7623
- FV ≈ 10.000.000 × 1,7623 = Rp 17.623.000 (dibulatkan)
Artinya:
- Dalam 5 tahun dengan return 12% per tahun, uang Rp 10 juta bisa tumbuh menjadi sekitar Rp 17,6 juta jika terus diinvestasikan dan tidak ditarik.
Konsep ini sama ketika Anda memanfaatkan hasil analisis dari stock screener saham IDX untuk memilih saham dan menahan investasi jangka panjang dengan disiplin.
---
Contoh Kasus Investasi: Skenario Nyata untuk Investor IDX
Berikut beberapa skenario angka untuk membantu Anda membayangkan efek return tahunan di pasar modal Indonesia. Semua angka perkiraan, bukan jaminan, hanya ilustrasi edukatif.
Skenario 1: Investor Pemula – Rp 5 Juta, 10 Tahun
- Investasi awal: Rp 5.000.000
- Imbal hasil rata-rata: 10% per tahun
- Periode: 10 tahun
Hitung:
- FV = 5.000.000 × (1 + 0,10)¹⁰
- (1,10)¹⁰ ≈ 2,5937
- FV ≈ 5.000.000 × 2,5937 = Rp 12.968.500
Jika Anda rajin menambah investasi secara berkala (misalnya top up tiap bulan), nilainya bisa jauh lebih besar lagi.
Skenario 2: Karyawan Milenial – Rp 20 Juta, 15 Tahun
- Investasi awal: Rp 20.000.000
- Imbal hasil rata-rata: 12% per tahun
- Periode: 15 tahun
Hitung:
- FV = 20.000.000 × (1 + 0,12)¹⁵
- (1,12)¹⁵ ≈ 5,473
- FV ≈ 20.000.000 × 5,473 = Rp 109.460.000
Dengan disiplin memilih saham atau reksa dana berbasis saham dan menahan jangka panjang, potensi compounding bisa mengubah puluhan juta menjadi ratusan juta.
Skenario 3: Mempersiapkan Dana Pendidikan – Rp 50 Juta, 8 Tahun
Anda ingin mempersiapkan dana pendidikan anak dengan berinvestasi di kombinasi saham dan reksa dana saham.
- Investasi awal: Rp 50.000.000
- Imbal hasil rata-rata: 9% per tahun
- Periode: 8 tahun
Hitung:
- FV = 50.000.000 × (1 + 0,09)⁸
- (1,09)⁸ ≈ 1,992
- FV ≈ 50.000.000 × 1,992 = Rp 99.600.000
Dalam 8 tahun, uang Anda bisa hampir dua kali lipat. Ini sekaligus menunjukkan pentingnya memulai lebih awal dan disiplin.
---
Tips Memilih Imbal Hasil Realistis: Saham IDX, Reksa Dana, dan Deposito
Saat menggunakan stock screener saham IDX dan merencanakan investasi, sangat penting punya ekspektasi return yang realistis, bukan sekadar angka yang terlihat menarik.
1. Saham IDX (Langsung Beli Saham)
- Di jangka panjang, pasar saham (global dan Indonesia) historis bisa memberi return ±8–15% per tahun rata-rata, dengan fluktuasi besar setiap tahun.
- Tahun bagus bisa di atas 20%, tahun buruk bisa minus besar.
- Untuk perencanaan konservatif, banyak investor memakai asumsi 8–12% per tahun untuk simulasi jangka panjang.
Tips:
- Jangan berasumsi 30–40% per tahun terus-menerus; itu tidak realistis dan berisiko membuat Anda overconfidence.
- Gunakan alat seperti screener saham Indonesia untuk tetap objektif memilih saham dengan fundamental sehat.
2. Reksa Dana (Khususnya Reksa Dana Saham & Campuran)
- Reksa dana saham: potensi mirip saham langsung, ±8–15% per tahun tergantung manajer investasi dan kondisi pasar.
- Reksa dana campuran: biasanya lebih moderat, ±6–10% per tahun.
- Reksa dana pasar uang/pendapatan tetap: kisaran lebih rendah, ±3–7% per tahun.
Tips:
- Untuk tujuan jangka menengah-panjang (5–10+ tahun), reksa dana saham bisa relevan.
- Lihat kinerja historis tapi jangan menganggap masa lalu menjamin masa depan.
3. Deposito & Instrumen Pendapatan Tetap (Termasuk Arah Suku Bunga BI)
- Deposito bank biasanya memberi bunga lebih tinggi dari tabungan, namun umumnya di bawah imbal hasil saham.
- Imbal hasil deposito sangat dipengaruhi BI-Rate atau suku bunga acuan Bank Indonesia.
- Dalam beberapa tahun terakhir, kisaran bunga deposito umum berada di sekitar 3–6% per tahun (bisa berubah sesuai kondisi ekonomi).
Tips:
- Deposito cocok untuk dana darurat atau tujuan jangka pendek–menengah dengan risiko rendah.
- Untuk jangka panjang 10–20 tahun, return deposito biasanya kalah oleh inflasi + return saham.
Intinya:
- Untuk perencanaan jangka panjang, gunakan asumsi return konservatif.
- Fokus pada proses (screening, analisis, disiplin) daripada mengejar return spektakuler jangka pendek.
---
Cara Praktis Memakai Stock Screener Saham IDX di SahamRadar.id
Berikut alur sederhana yang bisa Anda ikuti sebagai pemula:
Langkah 1: Tentukan Gaya Investasi Anda
- Growth? Value? Dividend? Atau kombinasi?
- Sesuaikan dengan:
- Toleransi risiko
- Horizon waktu (berapa tahun)
- Tujuan (capital gain, dividen, atau keduanya)
Langkah 2: Masuk ke Halaman /screener SahamRadar.id
- Buka menu Stock Screener di SahamRadar.id.
- Pilih universe: semua saham IDX atau indeks tertentu jika disediakan.
Langkah 3: Atur Filter Fundamental Dasar
Misalnya, sebagai pemula yang ingin value moderat:
- PER: 5 – 20
- PBV: 0 – 2
- ROE: minimal 10–12%
- Market cap: ≥ Rp 2 triliun
- Volume rata-rata: ≥ 1.000.000 saham per hari
Jika screener mendukung lebih banyak rasio (DER, pertumbuhan laba, dividend yield), Anda bisa tambah sesuai kebutuhan.
Langkah 4: Tambahkan Sentuhan Teknikal (Opsional)
Jika Anda tertarik timing beli/jual:
- Moving Average (MA): misalnya harga di atas MA50 atau MA200.
- RSI: menghindari kondisi overbought (misalnya RSI > 70) jika ingin masuk.
Ini bukan wajib, tapi bisa membantu menghindari beli di puncak euforia.
Langkah 5: Analisis Manual Setiap Kandidat
Dari daftar hasil, pilih beberapa kandidat:
- Baca profil bisnis: sektor, model bisnis, risiko.
- Lihat laporan keuangan singkat: tren pendapatan dan laba.
- Periksa berita terakhir: ada isu besar, aksi korporasi, dll.
Stock screener hanya membantu mengurangi daftar dari ratusan menjadi puluhan atau belasan saham yang lebih layak dikaji.
---
Screening Saham Fundamental vs Teknikal: Mana Lebih Penting?
Keduanya saling melengkapi, tapi fokus bisa berbeda tergantung gaya Anda.
Screening Fundamental
Tujuan:
- Memastikan Anda berinvestasi di bisnis yang masuk akal: laba tumbuh, hutang terkendali, manajemen baik.
Contoh indikator:
- PER, PBV, ROE
- Pertumbuhan laba & pendapatan
- DER, margin laba, dividend yield
Cocok untuk:
- Investor jangka menengah-panjang
- Mereka yang ingin memahami bisnis, bukan hanya pergerakan harga
Screening Teknikal
Tujuan:
- Mengatur timing masuk dan keluar, mengelola risiko jangka pendek-menengah.
Contoh indikator:
- MA (posisi harga relatif terhadap rata-rata)
- RSI, MACD, volume
- Support & resistance
Cocok untuk:
- Trader aktif
- Investor yang ingin meminimalkan risiko beli terlalu mahal dalam jangka pendek
Untuk kebanyakan investor Gen Z dan milenial yang bekerja sambil berinvestasi, pendekatan fundamental sebagai dasar dan teknikal sebagai penyempurna timing sering kali lebih praktis.
---
FAQ: Pertanyaan Umum tentang Screening Saham IDX
Apakah stock screener saham IDX bisa menjamin cuan?
Tidak. Screener hanya alat untuk menyaring saham berdasarkan kriteria tertentu. Keuntungan atau kerugian tetap bergantung pada kualitas bisnis, harga beli, disiplin Anda, serta kondisi pasar yang tidak bisa diprediksi dengan pasti.
Seberapa sering saya perlu melakukan screening saham?
Frekuensi tergantung gaya investasi. Untuk investor jangka panjang, melakukan screening ulang setiap 1–3 bulan biasanya cukup. Jika Anda trader aktif, mungkin perlu memeriksa screener setiap minggu atau bahkan setiap hari.
Apakah lebih baik fokus pada PER rendah atau PBV rendah?
Keduanya penting, tetapi konteks sektor dan kualitas bisnis lebih penting lagi. Ada saham dengan PER tinggi tapi wajar karena pertumbuhan laba cepat, dan ada saham PBV rendah tapi karena bisnisnya menurun. Gunakan kombinasi rasio, bukan satu angka saja.
Apakah pemula boleh langsung menggunakan screener saham Indonesia?
Boleh, justru sangat disarankan. Screener membantu pemula belajar membaca rasio, mengenal istilah fundamental, dan melatih disiplin dalam memilih saham. Namun, hasil screener tetap perlu dilanjutkan dengan belajar membaca laporan keuangan dan berita.
Bagaimana membedakan saham undervalued dengan value trap?
Saham undervalued biasanya:
- Bisnisnya masih sehat atau stabil
- Laba tidak jatuh tajam
- Tidak ada masalah struktural besar pada industrinya
Value trap tampak murah di rasio, tetapi bisnisnya terus melemah dan sulit pulih. Karena itu, setelah screening, Anda perlu cek tren bisnis dan faktor non-angka seperti manajemen dan kompetisi.
Apakah perlu selalu pakai indikator teknikal di screener?
Tidak wajib. Untuk investor jangka panjang yang fokus pada fundamental, indikator teknikal bisa jadi hanya pelengkap. Namun, menggunakan filter sederhana seperti harga di atas MA200 dapat membantu menghindari saham yang sedang dalam tren turun jangka panjang yang ekstrem.
---
Kesimpulan
Menggunakan stock screener saham IDX di SahamRadar.id adalah langkah praktis untuk cari saham potensial sesuai gaya dan tujuan investasi Anda. Dengan memahami rasio dasar seperti PER, PBV, ROE, market cap, dan volume, Anda bisa menyusun filter yang membantu menemukan saham murah dan bagus, saham undervalued Indonesia, hingga kandidat pembagi dividen rutin.
Screening saham fundamental memberi pondasi kuat untuk memilih bisnis yang sehat, sementara sentuhan teknikal bisa membantu timing masuk dan keluar. Digabung dengan pemahaman compound interest, target imbal hasil realistis, dan disiplin jangka panjang, screener menjadi alat penting untuk membangun portofolio yang bertumbuh.
Gunakan halaman /screener SahamRadar.id sebagai titik awal riset, bukan akhir. Hasil screening adalah daftar kandidat, dan keputusan investasi tetap memerlukan analisis dan pertimbangan pribadi Anda.
---
Disclaimer: Konten ini bersifat edukatif dan informatif, bukan ajakan atau rekomendasi untuk membeli atau menjual efek tertentu. Selalu lakukan riset mandiri dan pertimbangkan kondisi keuangan serta profil risiko Anda sebelum berinvestasi.
Siap Mulai Investasi? Klaim Bonus Sekuritas Pilihan
Dua platform terpercaya untuk investor Indonesia. Daftar pakai kode di bawah dan langsung dapat hadiah.
Pakai kode referral saat daftar dan lakukan transaksi pertama — Anda dijamin dapat 1 lot saham gratis. Kombinasi sempurna untuk investor IDX yang ingin mulai trading dengan modal kecil.
- Bonus 1 lot saham populer untuk transaksi pertama
- Beli saham IDX mulai dari Rp 100
- Reksa dana, ETF, & SBN dalam satu aplikasi
Cocok untuk Anda yang ingin investasi otomatis tanpa pusing pilih reksa dana. Robo advisor Bibit akan rekomendasikan portofolio sesuai profil risiko Anda.
- Cashback Rp 25.000 untuk pembelian pertama
- Robo advisor otomatis sesuai profil risiko
- Mulai investasi dari Rp 10.000
* Tautan di atas adalah referral terafiliasi. Anda tetap dapat bonus dari Ajaib/Bibit; SahamRadar mungkin mendapatkan komisi tanpa biaya tambahan untuk Anda.